7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH): Fondasi Pembentukan Karakter di SMP Santa Maria Bandung
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) merupakan program pembiasaan karakter yang diterapkan di SMP Santa Maria Bandung sebagai upaya membentuk peserta didik yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan serta visi sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik dan berpusat pada peserta didik.
Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dilakukan melalui kegiatan pembiasaan harian, mingguan, dan program sekolah yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, jujur, peduli, serta gotong royong. Nilai-nilai ini menjadi dasar pembentukan sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Di SMP Santa Maria Bandung, nilai-nilai KAIH diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan, seperti doa bersama, pembiasaan sikap disiplin, kerja kelompok, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta refleksi harian dan mingguan. Guru berperan sebagai teladan dan pendamping dalam menanamkan kebiasaan positif, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai tersebut secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata.
Program KAIH juga mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui pembiasaan yang konsisten, siswa dilatih untuk memiliki kesadaran diri, empati, serta kemampuan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitar. Proses ini membantu menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, SMP Santa Maria Bandung berkomitmen membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter luhur, kepekaan sosial, serta kesiapan menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berintegritas.
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH)
1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kebiasaan ini menanamkan sikap spiritual sebagai dasar pembentukan karakter. Siswa dibiasakan untuk berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, bersyukur, serta menghormati perbedaan keyakinan. Nilai ini membantu siswa memiliki pegangan moral, sikap rendah hati, dan perilaku yang mencerminkan iman dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mandiri
Kemandirian ditunjukkan melalui kemampuan siswa mengelola diri, belajar bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan tidak bergantung pada orang lain. Di sekolah, kebiasaan ini dilatih melalui penyelesaian tugas secara mandiri, pengelolaan perlengkapan belajar, serta keberanian mengambil keputusan yang tepat.
3. Bertanggung Jawab
Siswa dibiasakan untuk menyadari dan menjalankan kewajiban serta menerima konsekuensi dari setiap tindakan. Sikap tanggung jawab tampak dalam menjaga fasilitas sekolah, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta melaksanakan peran yang diberikan dalam kegiatan kelas maupun sekolah.
4. Disiplin
Disiplin membentuk keteraturan dan konsistensi dalam perilaku siswa. Kebiasaan ini diwujudkan melalui ketepatan waktu hadir di sekolah, mematuhi tata tertib, serta mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib. Disiplin membantu siswa mengelola waktu dan membangun etos belajar yang baik.
5. Jujur
Kejujuran merupakan fondasi kepercayaan dan integritas. Siswa dilatih untuk berkata dan bertindak sesuai dengan kebenaran, baik dalam belajar maupun dalam interaksi sehari-hari. Contohnya adalah mengerjakan tugas tanpa menyontek, berkata apa adanya, dan mengakui kesalahan dengan sikap bertanggung jawab.
6. Peduli
Kepedulian ditunjukkan melalui sikap empati terhadap sesama dan lingkungan. Di sekolah, kebiasaan ini dikembangkan melalui kegiatan sosial, saling membantu teman, menjaga kebersihan, serta menghargai perbedaan. Sikap peduli membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang peka dan berempati.
7. Gotong Royong
Gotong royong mengajarkan pentingnya kerja sama dan kebersamaan. Siswa dibiasakan bekerja dalam kelompok, saling mendukung, dan menghargai peran masing-masing. Nilai ini tampak dalam kegiatan proyek, kerja bakti, dan berbagai kegiatan sekolah yang menuntut kolaborasi.