- Diposting oleh : Yona Yolanda Afvia
- pada tanggal : Juli 08, 2025
Aku, Mereka, dan Awal yang Selalu Baru
Aku selalu menyukai aroma pagi diawal masuk sekolah. Seperti ada sesuatu yang berbeda di udara semacam campuran antara rasa gugup, semangat, dan harapan yang belum terucap. Meskipun bukan lagi aku yang duduk di bangku barisan depan, dengan tangan berkeringat menanti guru datang, tetap saja aku merasa ikut memulai sesuatu yang baru.
Pagi itu, kulangkahkan kaki melewati halaman sekolah yang baru saja dibersihkan. Daun-daun kering masih tersebar, suara bel pertama belum berbunyi, dan para siswa satu per satu mulai berdatangan. Wajah-wajah baru yang belum mengenal sudut mana pun dari gedung ini, berdiri dengan mata penuh tanda tanya. Ada yang melangkah ragu, ada yang tampak penuh percaya diri, tapi semuanya sama- mereka membawa masa depan mereka masing-masing.
Dulu aku pernah berada di titik itu, di mana kursi kayu dan papan tulis adalah dunia yang asing. Kini, aku memandang dari sisi yang berbeda. Aku tak lagi mencemaskan siapa yang akan duduk di sebelahku, tapi aku mulai bertanya, siapa di antara mereka yang akan menemukan dirinya sendiri tahun ini? Siapa yang akan diam-diam belajar menghadapi kegagalan, atau diam-diam melangkah pelan menuju mimpinya?
Aku melihat seorang anak perempuan berdiri di bawah pohon, memeluk bukunya erat-erat. Ia tampak menunggu seseorang, atau mungkin hanya butuh waktu sebentar untuk merasa aman. Di sisi lain, sekelompok anak laki-laki bercanda seolah mereka tak pernah libur. Aku tersenyum kecil. Dunia mereka baru saja dimulai, dan mereka belum tahu seberapa banyak kisah yang akan mereka tulis di tempat ini
Hari pertama sekolah bukan hanya tentang memulai pelajaran baru, tapi tentang keberanian. Keberanian untuk masuk ke tempat yang asing, untuk berkata “halo” pada orang yang belum dikenal, dan untuk belajar tentang dunia, juga tentang diri sendiri.
Dan meski aku tak lagi menjadi bagian dari barisan itu, aku merasa ikut tumbuh bersama mereka. Karena setiap tahun berganti, aku kembali diingatkan: bahwa setiap awal selalu punya makna. Bahwa sekolah adalah tempat di mana mimpi-mimpi kecil mulai belajar berjalan, meskipun tertatih-tatih.
Hari pertama adalah langkah pertama. Dari langkah pertama, mereka akan mulai menemukan arti dari kata bercetak tebal dalam tulisan ini, dan ketika itu percayalah cerita besar mulai ditulis.